Dampak Negatif 3D Film

Menonton film dengan teknologi 3D tentu lebih seru dibandingkan format film biasa. Namun, jika ini sering dilakukan, apakah ada dampak buruk dengan adanya teknologi seperti ini. Teknologi 3D terbaru menggunakan satu proyektor yang berpindah antara gambar mata kiri dan kanan sebanyak 144 kali per detik, serta menggunakan kacamata yang lebih baik.

Metode ini membuat mata kita bekerja hingga batas maksimal. Faktanya, sebagian orang tidak dapat memroses efek 3D dengan baik, sehingga pada akhirnya mengalami keluhan seperti sakit kepala selesai menonton.

Hal ini bisa terjadi pada orang dewasa dan juga anak-anak. Efeknya akan lebih berat bagi anak-anak, yang tidak tahu dengan pasti apa yang seharusnya mereka lihat. Dr Angle ahli mata merekomendasikan orangtua untuk terlebih dulu memeriksakan mata anaknya. Pemeriksaan penglihatan 3D bisa membantu menemukan apakah anak memiliki masalah pada mata yang akan membuatnya tidak dapat menikmati film 3D.

Sementara hingga usia 7 tahun, kemampuan melihat anak masih dalam perkembangan. Jadi, sebaiknya proses perkembangan ini didukung dengan tidak memberinya stimulasi yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>