SHALAT JENAZAH YANG DILAKUKAN LEBIH DARI SEKALI

shalat

Mengenai soal berulang-ulangnya shalat jenazah, menurut madzhab Syafii dan Hanbali pelaksanaan shalat janazah yang dilakukan lebih dari satu kali itu diperbolehkan bagi orang yang yang belum melaksanakan shalat tersebut walaupun setelah jenazah dikuburkan. Bahkan menurut madzhab Syafii dihukumi sunnah. (Abdurrahman al-Juzairi, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-2, 1424 H/2003 M, juz, 1, h. 479)

Di antara dalil yang menunjukkan kesunnahan untuk melakukan shalat janazah berkali-kali yang dilakukan oleh orang yang berbeda yang belum melakukan shalat janazah adalah sebagai berikut:

انْتَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى قَبْرٍ رَطْبٍ فَصَلَّى عَلَيْهِ وَصَفُّوا خَلْفَهُ ، فَكَبَّرَ أَرْبَعًا  — رواه البخاري ومسلم

Rasulullah sampai di kuburan yang masih basah kemudian shalat di atasnya, dan para sahabat membuat shaf dibelakang beliau. Lantas beliau-pun bertakbir empat kali” (H.R. Bukhari-Muslim)

Sedang dalam masalah jumlah jamaah shalat jenazah ada hadits yang menyatakan bahwa jika ada jenazah dishalati oleh empat puluh orang yang tidak mensekutukan Allah swt, niscaya Allah swt akan mengabulkan permintaan syafaat (doa) mereka untuk si mayyit.

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ, فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا, لَا يُشْرِكُونَ بِاَللَّهِ شَيْئًا, إِلَّا شَفَّعَهُمْ اَللَّهُ فِيهِ — رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Tidak ada seorang laki-laki yang meninggal dunia kemudian empat puluh orang laki-laki yang sama sekali tidak menyekutukan Allah swt menyalati jenazahnya kecuali Allah akan menerima permintaan syafaat mereka untuknya” (H.R. Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>