MAN Kabupaten Lumajang Juara Lomba Robot ITS

Repost : antarajatim.com

Minggu, 4 Oktober 2015 18:26 WIB

Pewarta: Masuki M. Astro

Tim MAN Lumajang berfoto bersama pembina dari ITS Surabaya di MAN 2 Situbondo, Minggu (4/10). (Masuki M Astro)

 Kuncinya adalah fokus, tenang dan yang terpenting adalah berdoa.

Situbondo (Antara Jatim) – Robot milik salah satu tim dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Lumajang menjadi juara pertama lomba robot yang diselenggarakan Bina Inovasi Bisnis dan Ventura (BIBV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Lomba robot yang diikuti oleh puluhan tim itu diselenggarakan di MAN 2 Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat di sela-sela pelatihan robot oleh pembina di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) ITS. Puluhan siswa dari MAN Lumajang, MAN 3 Jember dan MAN 2 Situbondo beradu dalam ajang itu.

Lomba tersebut menjadi semacam pemanasan sebelum mereka mengikuti ajang Prodistik Robot Contest (PRC) di kampus ITS urabaya, 21 November 2015 yang akan diikuti 100 robot dari 25 sekolah di Jatim.

Meskipun belum merupakan perlombaan sebenarnya di tingkat Jatim, M Fahmi Faiz, operator robot dari tim MAN Lumajang mengaku senang dan bangga karena jerih payahnya bersama teman-temannya menunjukkan hasil yang bagus.

“Kuncinya adalah fokus, tenang dan yang terpenting adalah berdoa. Kami senang ada pelatihan semacam ini dan semoga akan banyak anak-anak madrasah aliyah yang mendalami tentang robot ini,” katanya.

Dalam lomba itu, tim harus mampu menjalankan robotnya sesuai rute yang digariskan. Pertama harus mampu mendorong benda memasuki tempat tertentu. Kemudian robot meniup lilin utama dan kemudian berebut meniup lilin tambahan. Setelah itu penilaian dilakukan pada kemampuan robot untuk kembali ke tempat asal.

Lomba sederhana itu berlangsung meriah karena tidak sedikit robot yang kemudian berbelok arah atau kembali setelah berada di dekat lilin. Banyak juga robot yang gagal kembali ke tempat asalnya.

Dr Hozairi, MT, dosen ITS dan pendamping siswa dalam belajar robot mengatakan belajar dan kemudian mengikuti perlomban robotik itu musuhnya adalah diri sendiri, yakni bagaimana mampu fokus dan bersikap tenang menghadapi keadaan.

“Biasanya nanti setelah ini ada rasa bosan atau malas. Atau yang menang cepat merasa puas. Itulah musuhnya kalian. Karena itu kalian harus terus semangat berlatih,” katanya.

Ia juga berharap agar tim yang menang tidak lekas puas dan harus rela berbagi ilmu dengan kelompok lain. Sementara yang kalah agar tidak berkecil hati karena kesempatan belajar masih panjang.

Pakar informatika kelautan asal Pamekasan, Madura, itu mengemukakan bahwa ITS memiliki program pembinaan bagi madrasah aliyah dan santri di Jatim untuk mendalami robot, desain grafis dan film pendek.

Ia mengakui bahwa kegiatan dalam Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi (Prodistik) itu memiliki dampak luar biasa bagi sekolah karena kemudian banyak peminatnya.

“Kalau sebelumnya madrasah aliyah di suatu daerah kurang peminat, setelah program ini, banyak orang tua yang mau menyekolahkan anaknya ke madrasah aliyah,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>