E- learning Madrasah di Tengah-tengah Badai Covid-19

Dunia lebih khususnya Indonesia masih hangat dengan informasi seputar  covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona. Virus ini telah membuat beberapa aspek kehidupan menjadi berjalan lambat bahkan terhenti.

    Memasuki idul fitri 1441 H virus corona bukannya menghilang, tapi malah semakin bertambah. Hal ini membuat pejabat pelaku pendidikan menerbitkan surat edaran tentang perpanjangan belajar di rumah sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

    Dunia pendidikan (baca: madrasah) merupakan salah satu aspek yang terdampak dengan virus corona ini. Jenjang pendidikan mulai dari yang terendah yaitu Kelas Bermain (KB) sampai jenjang perguruan tinggi diliburkan total. Peserta didik tidak lagi mengenyam pendidikan sebagaimana biasanya yang memanfaatkan lingkungan madrasah dengan segala isinya tapi harus menerima dan melaksanakan KBM (kegiatan belajar mengajar) dari rumah dengan memanfaatkan IT yang sekarang ini sudah dapat diakses dengan mudah oleh guru dan peserta.didik.
Kementerian Agama tidak tinggal diam dengan kebijakan belajar dari rumah tersebut. Melalui Suratnya dengan Nomor B-686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 yang ditandatangani oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar menyampaikan ketentuan proses belajar dari rumah bagi segenap siswa madrasah. Pertama, penentuan masa atau jangka waktu belajar dari rumah untuk madrasah mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah daerah/Gubernur setempat, termasuk perubahan perpanjangan masa belajar dari rumah yang menyesuaikan pada kondisi masing-masing daerah. Kedua, aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ketersediaan fasilitas belajar di rumah.

Salah satu bentuk aplikasi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan belajar dari rumah di lingkungan Kementerian Agama adalah aplikasi e-learning.  E-learning madrasah adalah sebuah aplikasi gratis produk madrasah yang ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di madrasah yang dapat diakses melalui https://elearning.kemenag.go.id/web dan/atau aplikasi daring lainnya. Aplikasi ini untuk Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) dengan tujuan agar pembelajaran online lebih terstruktur, menarik, dan interaktif.

Pemberian tugas yang dilakukan oleh guru melalui aplikasi e-learning tetap harus mempertimbangkan konsep belajar dari rumah tanpa harus keluar rumah, tetap terjaga kesehatan, serta cukupnya waktu istirahat untuk menunjang daya imunitas siswa. Pemberian tugas juga harus lebih menitikberatkan pada kecakapan hidup, penguatan karakter atau akhlak, serta beribadah siswa di tengah keluarga.

Kegiatan belajar mengajar ditengah-tengah covid-19 mengharuskan peserta didik dan guru belajar dan bekerja dari rumah dengan jadwal yang disesuaikan dengan kbm online dan Ramadhan. Cara mengakses aplikasi inipun sangat mudah. Peserta didik dapat memasukinya dengan username dan pasword yang sudah diatur sedemikian mudahnya oleh operator madrasah. Para gurupun dapat bekerja dari rumah jadi lebih mudah jika menggunakan aplikasi e-learning. Para guru dapat memasukinya dengan memasukkan username dan pasword yang juga sudah diatur sedemikian rupa oleh operator madrasah agar mudah diingat oleh pengguna aplikasi tersebut.

Aplikasi e-learning bisa diakses dari mana saja dan kapan saja dan dari mana saja Artinya, aplikasi ini dapat dibuka meskipun tidak berada di lingkungan madrasah atau warnet. Kapan saja artinya, ada beberapa waktu senggang yang dapat dimanfaatkan untuk membuka meskipun kegiatan belajarnya tetap disesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Para pendidik dan tenaga pendidikanpun dapat memanfaatkan aplikasi e-learning dengan leluasa. Selain gratis, aplikasi ini dapat menampung semua bentuk dokumen wajib bagi para guru. Dengan aplikasi ini, guru dapat mengakses semua kelas yang dibinanya. Pada masing-masing kelas di e-learning sudah terdapat timelinenya, yaitu: standar kompetensi (KI/KD), kriteria ketuntasan minimal (kkm), rencana pembelajaran, bahan ajar, data siswa tergabung, absensi kelas, jurnal guru, computer based test (cbt), penilaian pengetahuan (k13), penilaian akhir semester (PAS), rekap nilai rapor, monitoring aktifitas siswa, kalender kelas, pengaturan kelas, dan hapus kelas.

Aplikasi e-learning juga menyediakan beberapa menu yang dapat diisi oleh masing-masing guru, yaitu: forum madrasah, kelas online, kalender, komunikasi, dan notifikasi. Menu tersebut dapat diisi kapan saja sesuai waktu yang benar-benar bisa dimanfaatkan. Di dalamnya guru juga dapat melakukan update status seperti yang dilakukan di media sosial lainnya yang dapat dilihat dan dikomentari oleh pengguna lain termasuk siswa dan guru yang berada di dalamnya.

Selain itu, kelebihan aplikasi ini dapat dipantau secara langsung oleh kepala madrasah sehingga kepala madrasah bisa memantau kinerja dan kehadiran para guru dan peserta didiknya dalam kegiatan pembelajaran selama musim pandemi dan ini.

Dengan memanfaatkan aplikasi e-learning, diharapkan peserta didik tetap mendapatkan materi pelajaran yang semestinya mereka dapatkan kapanpun dan dimanapun. Para gurupun dapat tetap menjalankan kewajibannya mengajar meskipun secara online karena harus bekerja dari rumah.

Semoga covid-19 cepat berlalu dan pendidikan dapat kembali berkiprah untuk mengantarkan anak-anak yang sholih dan sholihah menjadi penerus bangsa yang bermanfaat dunia dan akhirat, amin.

 (By. Edy)

Daftar Pustaka

https://madrasah3.kemenag.go.id/elearning/(diakses pada: Kamis, 30 April 2020)

https://www.nu.or.id/post/read/118281/ketentuan-kemenag-bagi-madrasah-tentang-belajar-dari-rumah (diakses pada: Kamis, 30 April 2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>