https://manlumajang.sch.id, HUMAS-Dalam suasana penuh antusiasme, Shangri-La Hotel Surabaya menjadi pusat perhatian dengan digelarnya acara bergengsi, Conference and Expose on Training Impactful and Joyful Learning. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari 13 hingga 15 Agustus 2024, dengan melibatkan 10 perwakilan Balai Diklat Keagamaan (BDK) se-Indonesia, Kepala MAN se-Jawa Timur, dan beberapa Kepala MTsN se-Jawa Timur. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan dalam pengembangan pendidikan keagamaan yang lebih inovatif dan relevan di masa depan, Selasa (13/08/2024).
Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof. Suyitno, menekankan pentingnya transformasi kampus BDK di seluruh Indonesia. “Setiap BDK harus berkomitmen menjaga lingkungan yang kondusif, bersih, dan menyenangkan. Kampus yang mendukung pembelajaran yang berkesan akan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul,” tegas Prof. Suyitno. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Balitbang harus berperan sebagai “dapur” yang merancang kampus BDK agar sejalan dengan program moderasi beragama yang digagas oleh Menteri Agama.
Dalam pidato yang inspiratif, Menteri Agama RI, Gus Yaqut, menyoroti urgensi mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap menghadapi era digital. “Kegiatan ini adalah langkah ekstra untuk mempersiapkan 3,1 juta SDM yang akan mendukung layanan digital di bidang keagamaan. Kita harus bergerak dari pelayanan tradisional menuju era digital dengan semangat membangun lembaga moderasi beragama,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Prof. Moh. Taufiq, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan acara ini. Menurutnya, BDK harus berperan sebagai pusat pengembangan SDM yang unggul, yang mampu bersaing di era yang ditentukan oleh inovasi dan kompetensi. “Konsep Impactful and Joyful Learning yang diperkenalkan dalam acara ini diharapkan mampu mengubah paradigma pendidikan keagamaan menjadi lebih kreatif, inovatif, dan menyenangkan,” tuturnya.
Kepala MAN Lumajang Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag., M.Pd, yang juga hadir dalam acara ini, menyampaikan kesan mendalamnya terhadap konferensi tersebut. “Saya sangat terinspirasi oleh konsep Impactful and Joyful Learning yang disampaikan dalam acara ini. Semangat pembaruan yang ditekankan oleh para narasumber memberikan panduan yang jelas bagi kami untuk mengimplementasikan pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan di MAN Lumajang,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa acara ini memberikan motivasi baru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Acara ini diharapkan menjadi momentum penting dalam transformasi lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia, sehingga mampu bersaing dan relevan dengan tuntutan zaman yang semakin maju. Shangri-La Hotel Surabaya tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari sejarah baru dalam pengembangan pendidikan keagamaan di era digital. (TF)

