http://manlumajang.sch.id, Lumajang-Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang menggelar kegiatan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis–Jumat, 3–4 September 2026, bertempat di Islamic Center Lumajang. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa MAN Lumajang tersebut berlangsung semarak dan penuh antusiasme.

Gebyar Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan potensi siswa. Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan kesempatan untuk mengambil berbagai peran secara langsung, mulai dari ketua panitia, pembawa acara (MC), penabuh hadrah, vokalis, qari’, hingga mubaligh.

Keterlibatan siswa dalam berbagai posisi tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan di MAN Lumajang. Siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dilatih untuk menjadi pelaksana sekaligus tampil di hadapan khalayak.

Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan memiliki keberanian, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta keterampilan keagamaan yang dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Kepala MAN Lumajang, Qodiriyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, momentum peringatan Maulid Nabi harus mampu memberikan pengalaman nyata kepada siswa sekaligus membentuk karakter mereka.

“Anak-anak tidak cukup hanya menjadi penonton. Mereka harus diberikan ruang untuk belajar dan mengambil peran. Ada yang menjadi ketua panitia, MC, qari’, penabuh hadrah, vokalis, hingga mubaligh. Semua ini merupakan proses latihan agar mereka memiliki bekal ketika nanti kembali dan terjun di tengah-tengah masyarakat,” tutur Qodiriyah.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan kepercayaan kepada siswa dalam setiap kegiatan madrasah. Dengan diberi kesempatan untuk terlibat secara langsung, siswa dapat belajar bertanggung jawab, bekerja sama, mengelola kegiatan, sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Madrasah bukan hanya tempat untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga tempat untuk menempa karakter dan keterampilan. Apa yang mereka praktikkan hari ini mudah-mudahan menjadi bekal untuk kehidupan mereka di masa mendatang,” lanjutnya.

Rangkaian Gebyar Maulid Nabi diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa Islami. Penampilan hadrah dan vokal religi turut memeriahkan suasana, disusul dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh para qari’ siswa. Sementara itu, para siswa yang mendapat tugas sebagai mubaligh juga diberikan kesempatan menyampaikan tausiyah di hadapan seluruh peserta.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi pendidikan karakter di MAN Lumajang. Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, keberanian, dan kemampuan memimpin, diupayakan hadir melalui pengalaman langsung para siswa selama kegiatan berlangsung.

Dengan konsep yang melibatkan seluruh siswa dalam berbagai peran, Gebyar Maulid Nabi MAN Lumajang diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk mempersiapkan diri sebagai generasi yang mampu berkontribusi positif di masyarakat. (HUMAS)

Leave a Comment