http://manlumajang.sch.id, Lumajang–
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang menjadi tuan rumah Pelatihan Terapi Sholat Bahagia Batch 28 Kabupaten Lumajang, bagian dari Program Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM) – Peningkatan Kompetensi Guru (KATA SIGURU) KKG–MGMP Rumpun PAI Madrasah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut mengusung tema “Peningkatan Integritas dan Profesionalitas Guru Melalui Pelatihan Terapi Sholat Bahagia.”
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Islamic Center MAN Lumajang, mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Lumajang.
Hadir sebagai pemateri utama Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag., Founder-Trainer Terapi Sholat Bahagia. Dalam pelatihan tersebut, Prof. Ali Aziz memberikan pembekalan dan pengalaman mengenai Terapi Sholat Bahagia sebagai pendekatan spiritual untuk membantu membangun ketenangan, kebahagiaan, rasa syukur, serta penguatan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Sugiyo, M.Pd., Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Dr. Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag., M.Pd., serta Kepala MAN Lumajang, Dr. Qodiriyah, S.Pd., M.Si.
Kehadiran jajaran pejabat Kementerian Agama tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru madrasah, khususnya guru PAI di Kabupaten Lumajang.
Dalam suasana yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, para peserta mengikuti materi dan praktik yang disampaikan oleh narasumber. Pelatihan tidak hanya memberikan penguatan dalam aspek spiritual, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa seorang guru memiliki peran penting sebagai pendidik sekaligus teladan bagi peserta didik.
Dr. H. Sugiyo menyampaikan bahwa kegiatan seperti Pelatihan Terapi Sholat Bahagia dapat menjadi salah satu sarana untuk memberikan penguatan spiritual kepada guru. Dengan penguatan tersebut, diharapkan para guru mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh keikhlasan, kesabaran, serta semangat untuk terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik.
Ia menekankan bahwa guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional dalam melaksanakan pembelajaran, tetapi juga harus memiliki integritas, keteladanan, dan kekuatan spiritual. Hal tersebut penting karena guru merupakan salah satu unsur utama yang berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik di madrasah.
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. menekankan pentingnya menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru. Melalui pendekatan Terapi Sholat Bahagia, peserta diajak untuk memaknai ibadah secara lebih mendalam sehingga dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan pekerjaan.
Sementara itu, Kepala MAN Lumajang, Dr. Qodiriyah, S.Pd., M.Si., menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang digelar di MAN Lumajang. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan profesional dalam mengajar, tetapi juga perlu diimbangi dengan penguatan karakter dan spiritualitas.
“Guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, penguatan kompetensi, integritas, profesionalitas, dan spiritualitas guru menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” demikian semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan pelatihan di Islamic Center MAN Lumajang juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara guru PAI se-Kabupaten Lumajang dengan jajaran Kementerian Agama serta membangun semangat kolaborasi dalam memajukan pendidikan madrasah.
Melalui kegiatan Pelatihan Terapi Sholat Bahagia Batch 28 Kabupaten Lumajang ini, diharapkan para guru PAI semakin memiliki penguatan spiritual dan profesional dalam menjalankan tugasnya, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik. (HUMAS)

