MAN Lumajang– Tak banyak yang berubah dari tim volly MAN Lumajang. Tradisi juara dari waktu ke waktu selalu di jaga. Tercatat dalam 5 tahun terakhir tradisi itu mampu dijaga dengan baik.

“Menjaga tradisi memang tidak mudah, makanya dibutuhkan kerja ekstra mulai dari mencari bibit sampai mengatur porsi latihan” tutur H.Abdur Rahman, pelatih Voolly MAN Lumajang yang kini sudah berusia 73 tahun.


Seperti diketahui, menjaga tradisi itu tidak mudah, karenanya seluruh komponen di MAN Lumajanh bekerja keras. Tidak hanya pelatih tapi guru-guru juga ikut membantu. Biasanya guru-guru memberikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi.


Selain dari guru-guru, kini lembaga juga menerapkan sistem kontrak prestasi. Kontrak prestasi ini bermula dari gagasan Kepala Madrasah H.Hasanudin,M.Pd.I untuk seleurh atlet yang berprestasi tidak hanya volly. Jadi reward akan diberikan kepada siswa yang bersangkutan selama mampu mempertahankan prestasi.

Semua berharap mudah-mudahan tradisi juara tidak hanya dalam cabang volly tetapi menular ke cabang olah raga lainnya._One


