Jaulatul Qolbi merupakan bagian kegiatan dalam menyiapkan peserta didik khusus kelas XII IPA IPS dan Agama menghadapi UM-BK, UAMBN K, UNBK. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Pebruari 2020 di IC MAN Lumajang. Peserta yang hadir sebanyak 650 terdiri dari seluruh peserta didik kelas XII, wali murid, Ustadz Ustadzah, wali kelas, jajaran Wakil kepala serta pembina organisasi.
Rangkaian kegiatan ini dimulai pukul 16.00 WIB (Khotmil Qur’an) klasikal, pembukaan oleh Kepala MAN Lumajang, istighosah dipimpin Ustadz Rohman, sholat Maghrib berjamaah bersama sholat Sunnah ba’diyatal magrib, sholat taubat dan sholat hajat, kemudian mauidhatul Hasanah oleh KH Ikrom Anis, dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah dan ditutup dengan bersalam salaman.
Kepala MAN Lmj H. Hasanudin, M.Pd mengatakan tujuan jaulatul Qolbi adalah ” menyiapkan peserta didik kelas XII dalam menghadapi ujian Nasional lebih menata diri baik jasmani maupun rohani, kedua ada kontak batin yang kuat antara anak dengan orang tua yang melahirkan nya, agar selalu sambung mendoakan atas kesuksesan amannya dalam berkarya.
” Kekuatan orang tua untuk mengantarkan anaknya menjadi Sholeh Sholehah merupakan kewajiban sebelum kita dipanggil Allah SWT” kata KH Ikrom Anis.
Momentum yang tepat ketika kita orang tua dan anak saling menyatu dengan saling menyayangi, memaafkan menuju sukses dunia akhirat. Merajut mimpi, meraih prestasi merupakan slogan yang harus dipahami agar peserta didik memiliki mimpi yang beras dalam memasuki dunia perguruan tinggi.
Sholat taubat merupakan jembatan untuk meminta maaf atas kesalahan, doa yang telah dilakukan anak terhadap orang tua, agar orang tua memaafkan atas kesalahan dan dosa anaknya. Sehingga dengan sholat taubat dua rakaat, harapannya Allah SWT memaafkan doa anak dan orang tua agar doanya terkabulkan. Ketika dosa dosanya diampuni, dilanjutkan dengan sholat hajat agar apa di inginkan, di hajatkan, di cita citakan menjadi kenyataan. Sebagai dalam Al Qur’an surat Al Fatihah ayat 5 ” Iyyaka na’budu wa iyya kanas ta’in ” hanya kepada Mu-lah kami menyembah dan hanya kepada Mu-lah memohon pertolongan.
Anak dan orang tua merasakan kedekatan dengan memegang erat tangan anaknya. Karena keeratan tangan antara anak dan orang tua jarang terjadi, semoga Allah SWT meridhoi apa yang di inginkan kita semua keluarga besar MAN Lumajang. (edy)

