http://manlumajang.sch.id, HUMAS-Pada hari Rabu, 12 Juni 2024, Kebun Kurma Pasuruan menjadi saksi sebuah acara spiritual yang luar biasa, yaitu kegiatan manasik haji bagi siswa kelas X MAN Lumajang. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh ustadz/ustadzah, pegawai, dan karyawan, dengan total peserta mencapai 430 orang. Kegiatan dimulai pukul 05.30 WIB dan dibuka secara resmi oleh Kepala MAN Lumajang, Bapak Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bekal untuk mempersiapkan diri baik secara fisik, finansial, maupun pengetahuan dalam merencanakan ziarah ke Mekkah dan Madinah, baik untuk umroh maupun haji, Rabu (12/06/2024).

Perjalanan menuju Kebun Kurma Pasuruan dilakukan dengan penuh kekhidmatan. Para peserta terus mengumandangkan Talbiyah sejak masuk ke dalam bus hingga tiba di lokasi. Tujuh armada bus PT Terry Akas Asri Bus Pariwisata bergerak dengan tertib dan teratur, menciptakan pemandangan yang sarat akan semangat dan kebersamaan.

Seluruh siswa kelas 10 didampingi oleh para guru dan pembimbing akademik MAN Lumajang. Praktik manasik haji ini meliputi berbagai rukun dan wajib haji, seperti thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, dan melempar jumrah, yang dilaksanakan di area Kebun Kurma yang disulap menjadi miniatur lokasi haji.

Manasik haji ini merupakan implementasi dari pembelajaran fiqih tentang haji dan umroh yang diajarkan di kelas X. Dalam ajaran Islam, terdapat tiga bentuk panggilan Allah SWT: pertama, panggilan adzan yang mengajak kita untuk melaksanakan shalat tepat waktu; kedua, panggilan haji yang merupakan undangan istimewa untuk menunaikan ibadah haji dan umroh menuju Baitullah Makkatul Mukarramah dan Madinatul Munawaroh; ketiga, panggilan kematian yang tidak dapat ditunda, dimajukan, ataupun ditolak. Untuk memenuhi panggilan haji dan umroh, seorang Muslim harus memiliki istitha’ah, yaitu kemampuan finansial, fisik yang sehat, dan pemahaman yang baik tentang tata cara ibadah haji.

Salah satu siswa, Anisa, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti praktik manasik haji ini.

“Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami bisa belajar langsung tata cara ibadah haji dan semoga suatu saat nanti kami bisa melaksanakan haji yang sesungguhnya,” katanya dengan antusias.

Kebun kurma Pasuruan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan praktik manasik haji karena memiliki area yang luas dan fasilitas yang memadai untuk menggelar kegiatan tersebut. Selain itu, suasana kebun kurma yang mirip dengan suasana di Tanah Suci memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi para siswa.

Pelaksanaan praktik manasik haji ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa MAN Lumajang semakin memahami dan menghayati makna dari ibadah haji serta termotivasi untuk melaksanakannya di masa depan. (TF)

Leave a Comment