http://manlumajang.sch.id, Lumajang-Sebuah langkah transformatif dalam dunia pendidikan madrasah resmi dipancangkan. Bertempat di Aula SBSN Ma’had Jauharotul Kamal, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang menggelar sosialisasi intensif mengenai Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Jumat, 13 Februari 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Ustadz dan Ustadzah ini menghadirkan Mokhammad Arifi, Pengawas MAN Lumajang, sebagai narasumber utama. Agenda ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta ke dalam empat pilar fundamental madrasah.

Dalam pemaparannya, Mokhammad Arifi membedah secara teknis bagaimana Panca Cinta harus menjadi “nadi” yang menghidupkan seluruh aktivitas kependidikan:

  1. Aspek Intrakurikuler: Penyusunan perangkat pembelajaran kini tidak hanya berfokus pada kedalaman materi akademik, tetapi wajib mengintegrasikan nilai Panca Cinta sebagai ruh utama dalam setiap proses transfer ilmu di kelas.

  2. Aspek Kokurikuler: Berbeda dengan skema P5-PRA yang sudah ada, kokurikuler dalam KBC diimplementasikan melalui empat model inovatif:

    • Intrakurikuler lintas mata pelajaran.

    • Kegiatan 7KAIH (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, Kesehatan, Keagamaan, Ibadah, dan Harmoni).

    • Kolaborasi KBC.

    • Bentuk kegiatan kreatif lainnya yang dirancang khusus oleh madrasah.

  3. Aspek Ekstrakurikuler: Transformasi terjadi pada orientasi kegiatan luar kelas. Ekstrakurikuler tidak lagi sekadar pembekalan keterampilan teknis sesuai minat dan bakat, melainkan menjadi kawah candradimuka untuk mencetak karakter murid yang selaras dengan nilai-nilai Panca Cinta.

  4. Iklim Budaya Madrasah: Dirancang secara sistemik agar Panca Cinta menjadi identitas dan ruh pada seluruh layanan pendidikan, yang wajib diimplementasikan secara nyata oleh seluruh warga madrasah tanpa terkecuali

Kepala MAN Lumajang, Ibu Qodiriyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa implementasi KBC adalah komitmen moral untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna.

“Panca Cinta bukan sekadar jargon, melainkan kompas bagi kita semua. Saya berharap melalui penguatan di sisi intrakurikuler hingga budaya madrasah ini, MAN Lumajang mampu melahirkan generasi yang cerdas akalnya dan lembut hatinya. Kita ingin setiap sudut madrasah ini memancarkan nilai cinta yang mendidik,” ujar Qodiriyah dengan penuh optimisme.

Kegiatan yang berlangsung di gedung SBSN yang megah ini menandai babak baru bagi MAN Lumajang dalam memposisikan diri sebagai institusi yang mengedepankan keseimbangan antara high-tech dan high-touch. Dengan sinergi seluruh pendidik, implementasi KBC diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan. (Humas)

Leave a Comment