MAN Lumajang-Pluralisme agama di Indonesia tentunya membuat manusia saling bertoleransi dalam beribadah.

Senin, 26 September 2022 bertempat di Ruang Santi Moderat MAN Lumajang, siswa dari sekolah lintas agama dihadirkan untuk melakukan dialog nasional lintas agama. Turut hadir siswa dari SMA 1 dan SMA Senduro.

Ustadzah Sucik selaku waka kesiswaan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk berdialog tentang komitmen kebangsaan yang kuat.

“kalau kita lihat dari empat pilar moderasi beragama kita akan berdialog tentang komitmen kebangsaan, jadi kita bisa melihat dari beberapa sudut pandang agama tentang komitmen kebangsaan dan toleransi serta menghargai budaya lokal,” ujar beliau.

Ustadz Edi Nanang Sofyan Hadi menyampaikan apresiasinya kepada panitia kegiatan dialog kebangsaan lintas agama OSIM MAN Lumajang yang telah berinisiasi melaksanakan kegiatan ini.

“saya ucapkan terimakasih kepada panitia yang telah berinisiasi mengadakan kegiatan ini, kita bisa laksanakan kegiatan ini minimal 6 bulan sekali sehingga bisa mempererat silaturrahim antar umat beragama khususunya dengan sekolah di Kabupaten Lumajang,” ujar beliau.

Kegiatan yang dikemas dengan dialog santai dan berlangsung di ruang siswa moderat MAN Lumajang ini membuat suasana mencair dan dialog bisa mengalir sesuai pertanyaan yang diajukan moderator.

Menurutnya, dalam menyikapi keberadaan umat beragama di Indonesia tentunya harus saling menghormati dan bahu membahu dalam menjalankan keyakinannya masing-masing.

“Sebagai umat beragama kita harus toleran, urusan kita dengan Tuhan adalah melepaskan hawa nafsu, tetapi kita harus menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini juga ada deklarasi umat beragama yang dipimpin langsung oleh kepala MAN Lumajang. Senin (26/09/2022). (TF)

Leave a Comment