IMG_2722

Dalam kamus mahmud yunus terbitan Hidakarya Agung tahun 1989 halaman 138 disebutkan bahwa secara bahasa, Muroja’ah berasal dari kata roja’a-yarji’u ( رَجَعَ – يَرْجِعُ ) yang artinya kembali. Adapun pengertian muroja’ah secara istilah adalah mengulang kembali atau mengingat kembali sesuatu yang telah dihafal sebelumnya.

Dalam hal ini muroja’ah dapat juga disebut dengan metode pengulangan secara berkala. Kegiatan bermurooja’ah merupakan salah satu cara untuk tetap memelihara hafalan supaya tetap terjaga. Dalam arti kata yang lebih sempit makna murojaah berkaitan dengan hafalan atau tahfidz al-Qur’an yaitu menjaga hafalan Al-Quran dengan terus-menerus mengulangnya guna meraih mutqin (kuat) dalam bacaan, hafalan, pemahaman, dan pengamalannya bagi para hamilul Qur’an.

IMG_2724

Metode muraja’ah merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara mengulang kembali hafalan yang sudah pernah dihafalkan untuk menjaga dari lupa dan salah.

Metode Murojaah

Ada dua metode pengulangan ditinjau dari metodenya yaitu;

  • Metode murojaah pengulangan dalam hati;
  • Metode murojaah pengulangan dengan diucapkan secara lisan.

Murojaah dalam hati tentu anda sudah dapat menggambarkannya, yaitu menghafalkan secara hati alias murojaah secara bathiniyah. Sedangkan metode secara lisan, maka dalam menghafal ini di ucapkan secara lisan meskipun dengan sangat lirih. Ada versi lain pembagian dari pendapat Abdul Aziz Abdul Rauf, dari segi strategi, metode murojaah ada dua yaitu bil ghoib dan bin nadlar.

Yang pertama, yaitu murojaah dengan metode melihat buku atau tulisan. Teknik ini dianggap lebih rileks dalam penggunaan konsentrasi dan penggunaan otak pikiran. Sedangkan metode yang kedua yaitu dengan cara tanpa melihat buku atau tulisan, kalau dalam istilah bisa disebut dengan bil ghaib. (mz zoe)

2 Thoughts to “MUROJAAH SANTRI/SANTRI TAHFIDZUL QUR’AN MAN LUMAJANG”

  1. Terima kasih infoemasinya

Leave a Comment