http://manlumajang.sch.id,HUMAS-Kepala MAN Lumajang, Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan kajian bertema “Penguatan Karakter Akhlakul Karimah Santri” yang dilaksanakan di Islamic Center usai salat magrib berjamaah. Kajian ini didampingi oleh para asatid dan asatidat serta seluruh pendamping Ma’had, Minggu (09/06/2024).

Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dalam bimbingan karakter santri agar memiliki akhlak yang mulia. Para santri dibekali dengan wawasan pembinaan karakter agar siap bersosialisasi dengan baik di masyarakat luas setelah lulus dari MAN Lumajang.

Pentingnya kajian ini tidak hanya terletak pada frekuensi pelaksanaannya, tetapi juga pada nilai-nilai yang ditanamkan kepada para santri. Dengan melakukan kajian setiap hari setelah salat magrib, para santri mendapatkan kesempatan untuk secara konsisten menginternalisasi nilai-nilai akhlakul karimah. Kajian ini menjadi momen refleksi harian yang memungkinkan para santri untuk merenungkan perilaku dan sikap mereka, serta memperbaiki diri agar sesuai dengan ajaran Islam.

“Saya yakin, jika program Ma’had Jauharatul Kamal dilaksanakan secara maksimal dengan pendampingan yang tulus hati serta dievaluasi secara berkala, hasilnya akan lebih optimal,” ujar Kepala MAN Lumajang.

Dengan rutin mengikuti kajian ini, santri diharapkan semakin semangat dalam menuntut ilmu, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun di Ma’had Jauharatul Kamal. Harapan ke depan, kajian ini akan memberi dampak positif yang signifikan dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan di masyarakat luas. Rutinitas ini juga membentuk pola kebiasaan baik yang menjadi dasar kuat bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Masa depan bangsa terletak di pundak para santri 10 tahun yang akan datang. Dengan pembinaan karakter yang kuat dan berkelanjutan, para santri Ma’had Jauharatul Lumajang diharapkan menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, dan berintegritas. Mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa bangsa ini menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik. Kajian ini, oleh karena itu, tidak hanya berperan dalam pengembangan pribadi para santri, tetapi juga dalam membentuk fondasi masa depan bangsa yang kokoh dan berdaya saing.(TF)

Leave a Comment